Hanya karena dia lebih memilihku hari ini bukan berarti dia tidak akan memilih orang lain di esok hari.
Hanya karena dia bersamaku saat ini bukan berarti dia tetap bersamaku di saat yang lain.
Hanya karena dia merindukanku hari ini bukan berarti dia akan merindukanku di esok hari.
Hanya karena dia memiliki ku saat ini bukan berarti dia akan memiliki ku esok hari.
(Dan) hanya karena dia menyakitimu hari ini bukan berarti dia akan menyakitimu (lagi) esok hari.
Hanya karena dia meninggalkanmu hari ini bukan berarti dia akan meninggalkanmu esok hari.
(Lalu) hanya karena dia lebih memilihku saat ini bukan berarti dia tidak akan memilihmu esok hari.
Karena memang hanya karena segala hal tidak akan ada yang abadi.
Karena memang hanya karena hakikat sebuah perasaan adalah fana.
Hanya karena Tuhan tak pernah mengizinkan kita bersedih terlalu lama.
Hanya karena Tuhan memberi apa yang kita butuhkan hari ini, dan akan memperbaikinya esok hari.
Karena semestinya kita bersyukur dengan apa yang terjadi hari ini, menjaga apa yang kita miliki.
Karena mungkin besok semuanya tak lagi sama.
Kamis, 27 Maret 2014
Kamis, 20 Maret 2014
BERMIMPILAH.. BERAZZAMLAH..
Bermimpilah..
Ialah yang menguatkan azzam
Berazzamlah..
Ialah yang menguatkan kaki tuk melangkah,
Ialah yang mengokohkan pundak tuk memikul
Semua di mulai dari sini, dari hari ini
Tataplah esok dengan senyum ceria
Hadapi hari ini dengan riang bahagia
Kita tidak dapat mengharapkan sesuatu yang
lebih baik di hari esok
Jika sikap kita hari ini tidak pernah berubah
Semua dalam hidup ini berubah
Kecuali perubahan itu sendiri
Sederhana ? Itu Aku.
Do
you know me ? Aku rasa tidak. Sebab aku bukan Katty
Perry, bukan Selena Gomez, bukan Syahrini apalagi bagian dari Cherrybelle, itu
juga sangat bukan. So who am i ? ya
siapa aku. Aku bukan orang yang spesial, bukan orang yang jago nulis. Aku orang
yang biasa-biasa saja, tidak populer. I’m
just ordinary girl. Menjelaskan keterangan siapa aku merupakan hal yang
cukup sulit karena ini pertama kalinya aku mendeskripsikan siapa diri aku.
Sebenarnya cukup klise, soalnya aku merasa apa yang ada di diri aku atau
bagaimana aku, orang lain tidak harus tahu. Nah tapi untuk kesempatan kali ini,
aku akan mencoba menceritakan siapa aku ?
Perkenalkan nama aku
Nisrina Ulfah. Kalau dilihat dari buku nama-nama islami, arti dari Nisrina
adalah ‘bunga mawar putih’ dan Ulfah adalah ‘persahabatan’. Aku biasa dipanggil
ina. Aku tinggal di jalan tanjung raya lorong durian Rt.24 Rw.05. Aku lahir di
Palembang, tanggal 06 Februari 1996. Baru 18 tahun nih. Aku dilahirkan di
tengah-tengah keluarga yang sangat baik dan aku merasa beruntung mempunyai
orangtua seperti mama dan papaku. Aku mempunyai seorang kakak perempuan,
namanya Ira Yuli Indrianti. Dia orang yang sangat perhatian, rasanya sangat
beruntung aku mempunyai kakak sepertinya. Dia selalu membantuku mengerjakan apa
saja yang menurutku susah. Cukup membantu mempunyai kakak sepertinya, soalnya aku
termasuk orang yang sangat cuek, jadi dengan adanya dia kecuekan aku bisa cukup
terkendali.
Ngomong-ngomong soal cuek,
aku merupakan tipikal cewek yang mempunyai banyak sekali sifat buruk. Terlalu
jujur, bukan ? Karena terlalu banyak sifat buruk, aku hampir tidak tahu apa
sisi baik yang harus diceritakan. Lihat ! Baru saja aku mengeluarkan sifat
burukku dengan menceritakan bahwa aku memiliki banyak sifat buruk. Aku selalu
merasa tidak ada sisi baik yang perlu diceritaikan di diri aku, mungkin
menurutku cukup dinilai oleh orang-orang yang ingin dekat denganku saja. Tapi
kalo disinggung tentang sifat buruk, sifat burukku setelah cuek adalah cukup
tertutup dan mudah tersinggung. Mungkin karena aku merasa aku orang yang cukup
peka jadi setiap ada yang tidak sengaja ataupun yang sengaja membicarakan aku,
aku bisa langsung tahu. Memang tidak di setiap saat seperti itu, tapi banyak sekali
momen seperti itu yang terjadi sama aku. Aku tidak tahu apa yang tidak disukai
orang-orang tentang diri aku. Tapi aku pernah menanyakan hal ini ke orangtua-ku,
dan mereka menjawabnya dengan sangat lugas, katanya aku ini orangnya mudah
marah, mudah cemberut, jadi kemungkinan banyak teman-teman yang menjauhi aku
karena sifat itu. Sampai sekarang, aku masih berusaha keras menghilangkan atau
minimal mengurangi sifat-sifat yang aku sebutkan itu sebab aku ingin mempunyai
banyak teman, mempunyai teman dekat, sama seperti orang-orang pada umumnya.
Riwayat pendidikanku
juga cukup dibilang standar, maksudku tidak ada yang spesial karena dengan
memiliki pribadi yang biasa-biasa saja seperti ini, aku beruntung tidak sempat
memasuki sekolah luar biasa. Dimulai
dari memasuki TK Bina Ananda di Palembang, dilanjutkan dengan masuk SDN 183
Palembang, lalu pindah ke SDN 156 Palembang, dilanjutkan lagi dengan masuk ke
SMPN 11 Palembang, dan terakhir SMAN 13 Palembang. Cukup standar, bukan ? Saat
aku berada di lingkungan SMPN 11 Palembang, disini aku mempunyai banyak teman, aku
menjadi pribadi yang terbuka dan aktif, hampir setiap guru yang mengajarku
hapal nama aku, entah yang diingat ujung nama atau nama panggilan aku. Menurutku,
di masa SMP inilah masa yang bisa membuat aku aktif dalam kegiatan apa saja.
Kebanyakan orang kalau ditanya ingin kembali ke masa apa (dalam hal pendidikan),
mereka akan menjawab masa SMA, berbeda denganku, kalau aku yang ditanya seperti
itu aku akan menjawab masa SMP. Kenapa ? Karena di masa SMP inilah aku merasa aku
bisa lebih sering melihat senyum orangtua-ku terutama mama. Bukan berarti sama
sekali tidak merindukan masa SMA, masa SMA juga sangat berkesan (baca:cukup).
Menyinggung tentang SMA, dimana merupakan pendidikan terakhirku sebelum
melanjutkan ke jenjang perkuliahan, aku habiskan di SMA Negeri 13 Palembang.
Semua sekolah yang aku lewati mempunyai jarak yang tidak jauh dari rumah dan
Alhamdulillah-nya lagi selama sekolah sampai dengan SMA, aku tidak menghabiskan
uang orangtuaku dalam hal biaya spp karena kebetulan saat aku menduduki bangku
sekolah dasar sampai menengah atas, di kotaku sedang tercanang program
Pendidikan Gratis 12 Tahun. Rasanya beruntung sekali bisa mengambil bagian dan menikmati
program itu.
Lanjut cerita tentang
masa SMA-ku. Pertama kali menginjakkan kaki di SMA rasanya excited banget. Di pikiran aku waktu itu menjadi anak SMA berarti sudah
benar-benar besar, sudah mempunyai adik kelas yang banyak, sudah merasa SMA itu
tingkat yang paling tinggi. Alhamdulillah untuk masuk SMA-ku waktu itu, aku
diberi kesempatan untuk mengikuti jalur PMPA. Selama SMA aku belum pernah
merasakan (lagi) mendapatkan peringkat kelas. Miris sekali rasanya, sebenarnya memalukan
buat diceritain, tapi alangkah lebih menarik cerita ini kalau sedikit diperjelas.
Kenyataan itu berbanding lurus dengan kebaikan guru-guru disana yang selalu membesarkan
hati kami yang tidak bisa masuk ke dalam peringkat kelas, dimana ada satu guru
yang selalu berkata, “Kalian semua merupakan peringkat 1 dimata Ibu
bagaimanapun hasil rapot kalian.” Bercerita tentang guru yang satu ini, dia
adalah salah satu guru kimiaku, namanya Ibu Endah. Dia orang yang tegas, tapi
selalu punya sejuta cara untuk membuat anak-anak di kelas tidak pernah bosan.
Selalu ada game, selalu ada lelucon,
selalu ada tugas-tugas kelompok yang semakin membuat kekompakan di antara teman-teman
satu kelas. Walaupun aku bukan salah satu murid yang dekat dengan beliau, tapi
aku cukup senang karena beliau mengingat namaku. Beliau adalah salah satu
inspirasiku mengapa menyukai kimia.
Berada di lingkungan
kelasku itu cukup seru, semuanya bersaing secara sehat. Belajar buat memahami
karakter satu sama lain selama 3 tahun cukup buat aku bisa menahan egoku
sendiri, bagi aku yang merupakan orang yang egois, mempunyai pelajaran hidup
seperti itu memang sangat membantu. Sama-sama berjuang menyelesaikan kelas 3
menjadi salah satu hal yang mungkin akan selalu kami ingat bersama sampai
kapanpun, mulai dari persiapan UAS, ujian praktek, UN, masing-masing mengambil
bagian menarik dari sebagian kecil kehidupanku selama menjalani pendidikan SMA.
Membahas tentang
pendidikan setelah SMA, aku dulu sangat ingin menjadi dokter. Pertengahan kelas
3, terlintas di pikiranku ingin menjadi orang yang bisa bekerja di
laboratorium, kuliah di sebuah akademi yang hanya perlu mempuh waktu 3 tahun untuk
menyelesaikan. Akademi seperti bayanganku waktu itu yang aku tahu hanya DEPKES
yang ada di Palembang, jadi aku sempat ingin masuk ke akademi itu dengan
mengambil jurusan analis kesehatan karena menurut pemikiranku waktu itu prospek
kerja seorang analis kesehatan tidak akan jauh dari laboratorium. Semakin
keujung kelas 3, papaku membantuku mencari-cari sekolah yang prospek ke
depannya bisa langsung kerja atau program D3, setelah dari sekian banyak list yang di kasih ke aku, aku mencoba memasukkan
berkas ke Akademi Kimia Analisis Bogor, berharap sekali bisa masuk, karena aku
tahu prospeknya tidak akan jauh juga dari laboratorium. Pada saat menunggu
waktu pengumuman, rasanya deg-degan, pokoknya
sibuk minta doa terus sama mama. Dan Alhamdulillah, doaku dan doa orang-orang seisi
rumahku terkabul. Aku lulus di AKA Bogor. Sujud syukur waktu itu.
Orangtua-ku sempat tidak
setuju waktu aku ingin melanjutkan tahap daftar ulang di AKA, mereka masih
berharap aku bisa lulus di tempat lain terutama di Palembang. Maklum, mungkin
karena aku anak bungsu jadi sedikit susah untuk dilepas sendiri. Tapi dengan
banyak pertimbangan-pertimbangan lain, akhirnya mereka mulai bisa melepas aku
kuliah disana. Akhirnya orangtuaku memutuskan untuk melanjutkan daftar ulang di
AKA. Ada pengalaman seru waktu perjalanan ke Bogor. Di tengah perjalanan, bis
yang aku tumpangi terjebak macet parah di Lampung, lalu setelah sekitar 7jam
akhirnya bis kami bisa terlepas dari kemacetan. Tapi ternyata perjuangan aku
dan mamaku untuk daftar ulang tidak hanya sampai disitu, saat mau masuk
pelabuhan Bakauheni, ternyata mobil bis kami terkena razia shabu-shabu. Ada
salah satu penumpang yang membawa shabu-shabu sebanyak 2kg. Oleh karena itu,
mobil bis kami harus ditahan di kepolisian Bakauheni. Jadi, kami terpaksa
menunggu bis berikutnya. Waktu itu aku sudah sempat putus asa, takut kalau
sampai di Bogor tidak sempat lagi melakukan daftar ulang sebab hari itu sudah
tanggal 5 Juni, sedangkan daftar ulang tutup tanggal 7 juni. Tapi
Alhamdulillahnya walaupun tanggal 6 Juni-nya tanggal merah, tapi AKA tetap
melayani aku yang ingin daftar ulang,. Perjuangan sekali rasanya untuk
melakukan daftar ulang itu. Beruntung bisa ditemani sama mama, oleh karena itu,
InsyaAllah aku tidak akan mengabaikan kesempatan kuliah disini demi mama. Setelah
melakukan daftar ulang di Bogor, aku kembali lagi ke Palembang sebab masih ingin
menjalani beberapa tes perguruan tinggi lagi disana. Setelah selesai menjalani
serangkaian tes di perguruan tinggi lain akhirnya sampai lagi di hari dimana
aku harus kembali lagi ke Bogor untuk mengikuti kegiatan matrikulasi di AKA.
Baru beberapa hari
disana, pengumuman-pengumuman tes perguruan tinggi lain pun keluar seperti
DISHUB, SBMPTN dan DEPKES. Tapi karena dari pertama sudah memutuskan memilih
AKA dan tidak mungkin menambah beban orangtua untuk mengeluarkan biaya lagi ke
perguruan tinggi lain, jadi pengumuman–pengumuman itu terpaksa harus diabaikan.
Tekadku kuliah disini hanya 3 tahun dan akan kembali lagi ke Palembang untuk
mama dengan telah memiliki pekerjaan. Di AKA rencananya aku mau ikut organisasi
seperti BEM, soalnya selama di SMP atau SMA aku tidak pernah diizinkan ikut
organisasi. Dan Alhamdulillah keinginanku terwujud.
Tanggal 19 Agustus
2013, aku melakukan kegiatan OKPK di PUSDIKZI. Selama kegiatan OKPK kelompokku
dibimbing oleh Teh Fitri dan Aa’ Ulwan. Mereka kabing yang baik dan seru untuk
diajak diskusi. Di Zeni, aku dan teman-teman lainnya dilatih dan dididik secara
militer. Aku dan teman-temanku tergabung dalam kelompok F. Anak-anak dan
acaranya sangat seru, melatih kedisplinan dan keberanian serta mengajarkan kami
untuk kompak dalam satu kelompok. Sayangnya selama disana kelompokku selalu
kalah dalam setiap lomba sehingga kami selalu menerima hukuman dari pelatih.
Badan kami sakit semua, tapi kapan lagi bisa menjalani push-up dalam satu hari
dengan hitungan yang cukup banyak. Setelah menjalani pendidikan di Zeni, aku mengikuti
kegiatan OKPK lainnya di kampus tanggal 22 Agustus 2013.
Dan saat ini, aku telah
menjalani satu semester yang membuat diriku mendadak super sibuk, aku berharap setiap
semester disini bisa aku lewati dengan sangat baik. Be a real Analyst. Sekian cerita dariku tentang Who Am I ? Walaupun sedikit ribet membacanya,
tapi inilah aku.
Rabu, 12 Maret 2014
Mahasiswa Mengapa Harus Bergerak ?
Mengapa harus mahasiswa ?
Pertanyaan itu yang selalu muncul setiap kali kita bahas mengenai pergerakan.
Saat ini mahasiswa memang cukup dikenal sebagai agen pergerakan. Ada beberapa
alasan mengapa semua aspek masyarakat memiliki kepercayaan tentang itu.
Seperti yang kita
tahu bahwa mahasiswa dinilai memiliki kemampuan intelektual dan kecerdasan yang
sudah mencukupi untuk mengkritisi segala kebijakan yang ditetapkan oleh
pemerintah. Pada masa ini, mahasiswa dibiasakan untuk memahami sistem baik itu
lewat organisasi kemahasiswaan ataupun sistem birokrasi yang berlaku di kampus.
Anggapan seperti ini akan dengan otomatis membuat pola pikir dituntut untuk
dibuka lebih luas dalam menghadapi kehidupan yang sudah dianggap jauh berbeda
dari kehidupan masa sekolah sebab seorang mahasiswa pasti akan langsung
berhubungan dengan dunia luar.
Lalu mahasiswa juga
merupakan sosok yang dinilai memiliki kreativitas tinggi, sehingga mereka mampu
terjun langsung dalam masyarakat untuk memberikan solusi terhadap
permasalahan-permasalahan yang timbul dalam masyarakat.
Mahasiswa juga merupakan
bagian dari masyarakat yang baik secara langsung maupun tidak langsung juga
merasakan dampak dari setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Mahasiswa
mampu terjun langsung untuk mengetahui kondisi nyata yang dialami masyarakat,
sehingga berbagai aspirasi dari masyarakat juga secara langsung dapat diserap
oleh mahasiswa. Hal-hal kecil yang tidak mampu dijangkau oleh pemerintah, mampu
dirasakan oleh mahasiswa. Hal inilah yang menjadi alasan utama seorang
mahasiswa untuk bergerak.
Pergerakan tidak harus
dengan aksi turun ke jalan atau demo di depan gedung pemerintah. Jiwa
pergerakan itu juga mampu diwujudkan dengan karya nyata berupa prestasi membanggakan,
bakti sosial, menjadi enterprenuer handal ataupun lewat hal kecil sekedar
menyingkirkan batu di jalan. Setiap manusia itu memiliki kemampuan, daya pikir
dan kreatifitas yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah, jiwa dan semangat
pergerakan itu harus ada dalam tiap diri seorang mahasiswa. Oleh karena itu
mahasiswa itu sendiri bisa langsung mengeluarkan aspirasi mereka mengenai
kebijakan-kebijakan yang ada dalam pemerintahan, terutama kebijakan yang
dianggap dapat merugikan rakyat. Disini peran mahasiswa dituntut untuk
benar-benar peka terhadap lingkungan, apalagi yang mencakup permasalahan yang
akan memberikan dampak bagi kelanjutan masa depan.
Semoga artikel ini dapat
memberi manfaat bagi seluruh mahasiswa untuk lebih menjalankan peranannya
sebagai tonggak pergerakan.
Langganan:
Postingan (Atom)