Mengapa harus mahasiswa ?
Pertanyaan itu yang selalu muncul setiap kali kita bahas mengenai pergerakan.
Saat ini mahasiswa memang cukup dikenal sebagai agen pergerakan. Ada beberapa
alasan mengapa semua aspek masyarakat memiliki kepercayaan tentang itu.
Seperti yang kita
tahu bahwa mahasiswa dinilai memiliki kemampuan intelektual dan kecerdasan yang
sudah mencukupi untuk mengkritisi segala kebijakan yang ditetapkan oleh
pemerintah. Pada masa ini, mahasiswa dibiasakan untuk memahami sistem baik itu
lewat organisasi kemahasiswaan ataupun sistem birokrasi yang berlaku di kampus.
Anggapan seperti ini akan dengan otomatis membuat pola pikir dituntut untuk
dibuka lebih luas dalam menghadapi kehidupan yang sudah dianggap jauh berbeda
dari kehidupan masa sekolah sebab seorang mahasiswa pasti akan langsung
berhubungan dengan dunia luar.
Lalu mahasiswa juga
merupakan sosok yang dinilai memiliki kreativitas tinggi, sehingga mereka mampu
terjun langsung dalam masyarakat untuk memberikan solusi terhadap
permasalahan-permasalahan yang timbul dalam masyarakat.
Mahasiswa juga merupakan
bagian dari masyarakat yang baik secara langsung maupun tidak langsung juga
merasakan dampak dari setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Mahasiswa
mampu terjun langsung untuk mengetahui kondisi nyata yang dialami masyarakat,
sehingga berbagai aspirasi dari masyarakat juga secara langsung dapat diserap
oleh mahasiswa. Hal-hal kecil yang tidak mampu dijangkau oleh pemerintah, mampu
dirasakan oleh mahasiswa. Hal inilah yang menjadi alasan utama seorang
mahasiswa untuk bergerak.
Pergerakan tidak harus
dengan aksi turun ke jalan atau demo di depan gedung pemerintah. Jiwa
pergerakan itu juga mampu diwujudkan dengan karya nyata berupa prestasi membanggakan,
bakti sosial, menjadi enterprenuer handal ataupun lewat hal kecil sekedar
menyingkirkan batu di jalan. Setiap manusia itu memiliki kemampuan, daya pikir
dan kreatifitas yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah, jiwa dan semangat
pergerakan itu harus ada dalam tiap diri seorang mahasiswa. Oleh karena itu
mahasiswa itu sendiri bisa langsung mengeluarkan aspirasi mereka mengenai
kebijakan-kebijakan yang ada dalam pemerintahan, terutama kebijakan yang
dianggap dapat merugikan rakyat. Disini peran mahasiswa dituntut untuk
benar-benar peka terhadap lingkungan, apalagi yang mencakup permasalahan yang
akan memberikan dampak bagi kelanjutan masa depan.
Semoga artikel ini dapat
memberi manfaat bagi seluruh mahasiswa untuk lebih menjalankan peranannya
sebagai tonggak pergerakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar