Kamis, 19 Juni 2014

LANGIT TAMAN HATI

(Inspirasi Novel "Langit Taman Hati" by: Cucuk Hariyanto)
Ya Allah, jika aku jatuh cinta
Cintakanlah aku pada seseorang yang
Melabuhkan cintanya kepada-Mu
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintai-Mu

Ya Muhaimin, jika aku jatuh cinta
Jagalah cintaku padanya agar tidak
Melebihi cintaku pada-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati
Izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya bertaut pada-Mu
Agar aku tidak terjatuh dalam jurang cinta semu

Ya Rabbana, jika aku jatuh hati
Jagalah hatiku padanya agar tidak
Berpaling dari hati-Mu

Ya Rabbul Izzati, jika aku rindu
Rindukanlah aku pada seseorang yang
Merindui syahid di jalan-Mu

Ya Allah, jika aku rindu
Jagalah rinduku padanya
Agar aku tidak lalai merindukan surga-Mu

Ya Allah, jika aku menikmati cinta kasih-Mu
Janganlah kenikmatan itu melebihi kenikmatan indahnya bermunajat di sepertiga malam-Mu

Ya Allah, jika aku jatuh hati pada kekasih-Mu
Jangan biarkan aku tertatih dan terjatuh dalam perjalanan panjang
Menyeru manusia kepada-Mu

Ya Allah, jika Engkau halalkan aku merindui kekasih-Mu
Jangan biarkan aku melampaui batas, sehingga melupakan aku

Pada cinta hakiki dan rindu abadi hanya kepada-Mu

Durhaka Kepada Orangtua

Artikel kali ini saya mengambil tema mengenai durhaka kepada orangtua. Alasan saya membuat artikel ini ialah karena saya merupakan salah satu dari sekian banyak remaja yang mungkin pernah mendurhakai kedua orangtua saya baik disengaja ataupun tidak disengaja. Dan dari segi apa durhaka itu bisa kita ketahui, yuk sama-sama kita renungkan kembali sikap kita dari waktu kita kecil hingga detik ini.
Pernahkah kita membuat orangtua kita marah atau kesal, membuat orangtua kecewa, mengucapkan kata yang tidak sopan, memaki orangtua, bersikap keras dan mengabaikan orangtua, pergi keluar rumah tanpa izin, bahkan membuat ortu menangis sedih karena ulah kita ? Sadarkah kita bahwa perbuatan-perbuatan itu termasuk dalam perbuatan durhaka kepada orangtua? Dalam islam perbuatan durhaka terhadap orang tua sangat dilarang bahkan merupakan salah satu hal yang termasuk dalam dosa besar.
Orangtua kita adalah mahkluk mulia yang wajib dihormati. Definisi durhaka itu sendiri menurut saya adalah perbuatan yang dengan sengaja menyakiti atau mengganggu orangtua dengan jenis gangguan dalam bentuk apa saja. Baik dalam tingkatan gangguan yang rendah atau yang tinggi. Tingat gangguan yang rendah itu mulai dari berkata ‘ah’ atau bermuka masam atau cemberut kepada orangtua. Terus bagaimana dengan tingkat yang lebih tinggi ? Seperti tidak memenuhi panggilan orangtua, membentak orangtua, berkata ataupun melakukan perbuatan yang membuat orangtua kita sedih dan sakit hati, yang pasti setiap perbuatan itu akan menimbulkan dosa.
Tentunya tanpa sadar, kita pun sering melakukan hal-hal yang termasuk durhaka kepada orangtua, bertindak yang tidak sesuai kepada orangtua saja sudah seperti perlakuan yang biasa. Seperti berkata ‘ah’ dan memasang muka yang cemberut, padahal kita tidak sengaja melakukan hal itu, mungkin biasanya hanya terjadi jika kita sedang terlalu lelah dengan tugas-tugas sekolah ataupun kalau kita sedang dalam mood yang tidak bagus. Tidak memenuhi panggilan orangtua pun pasti sering kita lakukan hanya jangan sampai membentak ortu juga hal yang sering kita lakukan. Menurut saya, peran orangtua yang selalu mengingatkan kita akan hal-hal yang seperti ini sangatlah penting. Saya pribadi tentunya sangat berterima kasih kepada orangtua saya karena selalu diberikan peringatan akan akibat yang akan saya terima jika saya melakukan perbuatan durhaka, setidaknya itu membuat saya berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan-perbuatan itu lagi.

            So guys, yuk mari sama-sama memperbaiki diri kita lagi menjadi pribadi yang disukai oleh orang lain terutama kedua orangtua kita, meminimalisir atau jika mungkin menghilangkan sikap-sikap kita yang mungkin dapat dikatakan mendurhakai kedua orangtua kita. Saya pun baru menyadari bahwa hanya dengan menunjukkan muka yang masam saja sudah dianggap durhaka, terlihat jelas bukan bahwa begitu mulianya kedua orangtua kita, sehingga dibutuhkan sikap yang penuh kehati-hatian dalam berinteraksi dengan mereka tanpa mengurangi keakraban kita bersama mereka. Semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi kalian yang membaca terutama bagi saya yang menulisnya.

LIFE WITH LOVE


Inspirasi “Serial Cinta” buah karya M.Anis Matta

Cinta adalah energi
Yang mengubah pengecut menjadi pemberani
Yang menjadikan pemalas menjadi rajin

Jika hidup adalah matahari, maka cintalah teriknya
Jika hidup adalah angin, maka cintalah badainya
Jika hidup adalah sungai, maka cintalah arusnya

Cinta bukanlah benda, namun ia dapat dirasakan
Cinta ibarat perapian, kita hanya dapat menari ceria di sekelilingnya

Hakikat cinta bukanlah menerima, namun memberi
Hakikat cinta bukanlah memiliki, namun berkorban

Sekali-kali ...
Jangan nodai cinta
Jangan khianati cinta
Cintailah yang Maha memberi cinta, cintailah Nabi Muhammad, yang selalu mencintai kita semua, cintai orang tua yang tetap tersenyum walau hatinya disakiti,
Cintailah pasanganmu (bukan pacarmu!).
Cintailah sahabatmu....

Hidup itu indah saat kita mencintai
Hidup itu bermakna saat kita berbagi
Hidup itu mulia saat kita dicintaiNya.


Rabu, 18 Juni 2014

Karena Dia atau Untuk Dia ?

Berbicara tentang perubahan, proses perubahan yang seperti apa yang bisa dikatakan baik ? Karena dia atau untuk dia ? Jawaban yang pasti sebenarnya hanya satu "Berubahlah dengan niat untuk Allah", tapi mungkin ada sedikit coretanku secara umum mengenai proses perubahan.

Perubahan,
Berubahlah karena niat dari hati
Bukan berubah karena orang lain
Orang lain tak bisa menjamin sampai kapan kita akan mempertahankan perubahan kita,
Tapi hati kita, mampu membuat kita bertahan dalam perubahan,
Perubahan yang lebih baik.

Cukup jadikan orang lain itu motivasi,
Contoh kita yang akan mengarahkan kita dalam perubahan yang baik
Orang lain itu bukan tempat kita bergantung,
Sehingga jangan pernah jadikan orang lain terikat dengan kita
Sekalipun dengan alasan tanpa dia kita tidak bisa melanjutkan perubahan yang telah kita lakukan
Karena hal itu akan membuat perubahan yang kita lakukan sia-sia
Sedikitpun tidak memberikan manfaat untuk diri kita sendiri.

Seharusnya jangan pernah bilang kalau kita berubah karena DIA,
Tapi kita berubah untuk DIA,
Untuk membuatnya bangga,
Untuk menjadi yang terbaik dimatanya,
Tak perlu terlalu memperdulikan dia akan menghargai hal itu atau tidak
Karena sebenarnya tanpa dia sadari, dia merupakan motivator untuk kita.

Andai dia tidak mengahargai perubahan kita,
Kita tidak perlu berkecil hati,
Kita harus tetap pada keputusan awal kita untuk berubah,
Jangan pernah berhenti untuk mengadakan perubahan,
Perubahan ke arah yang lebih baik tentunya.

Jangan kita malah kembali menjadi diri kita yang dulu
Diri kita yang jauh lebih buruk dari yang saat ini
Karena sikap kita yang seperti itu membuat kita tidak akan pernah menjadi bermanfaat bagi orang lain,
Tidak akan pernah menjadi orang yang lebih baik lagi

Percayalah berubah karena niat yang baik,
Pasti akan menghasilkan sesuatu yang baik
Jadilah dirimu sendiri

Jangan pernah mengkarenakan orang lain untuk mengadakan sedikit perubahan dalam hidup kita.

Masa Lalu, Dikenang atau Dilupakan ?

Assalamu'alaikum Wr.Wb

Hai teman, disini saya akan sedikit memberikan argumen mengenai masa lalu, di dunia ini siapa yang tidak mempunyai masa lalu ? Saya berani menjamin beribu-ribu persen bahwa semua orang di dunia ini memiliki masa lalu, benar bukan ? Tapi faktanya, masa lalu itu malah banyak dijadikan sebagai suatu penghalang bagi seseorang untuk meraih kehidupan yang lebih baik, meskipun tak jarang pula ada yang menyikapinya dengan sebaliknya. Inilah sedikit kata-kataku untuk mengungkapkan masa lalu, selamat menikmati.

Masa lalu..
Masa lalu itu tidak patut dilupakan,
Sebaliknya, masa lalu patutnya kita kenang,
Masa lalu patutnya dijadikan tolak ukur untuk hidup kita ke depan,
Masa lalu tidak harus membuat kita selalu terpuruk,
Tapi masa lalu mengajari kita untuk mempersiapkan masa depan dengan baik.

Masa lalu juga mengajari kita untuk menerima kenyataan,
Seharusnya bukan masa lalu yang selalu kita bilang buruk,
Tapi keadaan yang membuat masa lalu menjadi buruk, (benar ?)

Tidak ada yang tidak ingin kembali ke masa lalu (menurut saya)
Mereka hanya tidak sadar !
Setiap saat dalam diri kita, pasti terdapat kemauan kita untuk kembali lagi ke masa lalu meskipun hanya sedikit,
Dan tanpa kita sadari,
Di setiap saat dalam hidup kita, kita sudah berada di masa lalu kita,
Masa lalu dengan keadaan yang jauh lebih baik atau mungkin sedikit buruk, tergantung bagaimana kita menyikapinya.

Jarang dari kita yang mau menghargai masa lalu,
Kebanyakan mereka hanya ingin melupakan masa lalu daripada mengenangnya, ( setuju ? )
Padahal itu salah !
Hargailah masa lalumu !
Walaupun menghargai masa lalu itu tidak mudah,
Mungkin terkadang saat kita sedang mengenang masa lalu, ada secuil rasa sakit yang kembali terungkit,
Tapi percayalah, suatu saat nanti kita akan berterima kasih dengan rasa sakit itu karena telah berhasil membuat kita menjadi sosok yang lebih tegar,
Bahkan mungkin rasa sakit itulah yang berhasil mensukseskan diri kita di masa itu,
Dengan adanya masa lalu, kita akan lebih tahu arti dari kedewasaan,


Demikian sedikit basa-basi saya yang mungkin dapat membuat kalian menyadari akan pentingnya mengenang, menjaga, dan memperbaiki masa lalu kalian. Saran saya berusahalah untuk tidak  pernah mencoba atau bahkan memaksakan diri melupakan masa lalu kalian, karena percayalah suatu saat nanti kalian akan berterima kasih pada masa lalu kalian (baik ataupun buruk masa lalu itu), percayalah bahwa Tuhan kita tidak pernah membiarkan kita melewati suatu keadaan yang sama sekali tidak memberikan manfaat kepada kita, percayalah bahwa Tuhan kita Maha Adil, Dia tidak pernah memberikan kita sebuah cobaan tanpa sebuah solusi. Mulai saat ini yakinilah bahwa masa lalu kalian adalah media utama kalian sebagai pembangkit semangat dalam meraih suatu pencapaian kehidupan yang baik, dan yang paling penting jadikan masa lalu kalian sebagai suatu media yang dapat membuat kalian terus mengingatNya akan semua kekuasaanNya. Terima kasih telah membaca coretan saya. 

Wassalamu'alaikum Wr.Wb

Kamis, 12 Juni 2014

Untuk mama, Hanya Mama, Selalu Mama..

Mama..
Mungkin memang detik ini kecewa yang masih kuberikan
Tapi percayalah mama, setiap hembusan nafasku, aku selalu berusaha membuatmu tersenyum..

Mama..
Tidak akan pernah aku biarkan mereka meremehkanmu, menghinamu, menyakitimu bahkan sampai membuatmu meneteskan air mata (lagi)..
Akan aku buktikan kepada mereka, betapa hebatnya perjuangan mama demi kami..

Mama..
Biarkan dulu cemooh mereka masih menghiasi hari-hari kita,
Tapi percayalah itu semua akan berakhir secepatnya,
Aku janji !

Mama..
Mungkin saat ini aku belum memberikan tindakan yang berarti,
Tapi percayalah aku sedang berusaha mewujudkannya..

Mama..
Kalau di dunia ini hanya ada satu orang yang diizinkan untuk aku cintai,
Kaulah orangnya,
Senyumanmu hal terpenting dalam hidupku,
Bersamamu duniaku sempurna..

Mama, satu pesanku..
Baik-baik disana ya,
Percayalah di tengah semua aktivitasku disini, aku selalu merindukanmu,
Maafkan aku yang masih terlalu sering membuatmu khawatir,
Maafkan aku yang sampai detik ini masih sering melontarkan keluhan kepadamu,
Maafkan aku yang masih belum bisa menorehkan senyum bangga di wajahmu..

Mama harus terus baik-baik disana..
Karena mama harus hadir di peresmian kelulusanku nanti,
Aku ingin mama mendengar mereka menyebutkan prestasi dan pekerjaanku,
Aku ingin di hari itu, aku bisa menorehkan senyum indah nan tulus di wajahmu..
Mama percayalah, hal itu akan terjadi, aku janji..

Untuk mama, hanya mama, selalu mama..

Kamis, 05 Juni 2014

Peran Lembaga Kemahasiswaan Dalam Menyukseskan Pemilu Presiden 2014


Pemilu merupakan pintu gerbang untuk mewujudkan suatu pemerintahan yang mendapat pengakuan dan penerimaan kepada pemimpin untuk memerintah,  membuat, dan melaksanakan keputusan politik. Pemilu akan berkualitas baik apabila dijalankan dengan demokratis, jujur, adil, langsung, dan rahasia, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pemilu sangat bergantung dari bagaimana tahapan-tahapan yang dilakukan selama kegiatan. Tahapan tersebut meliputi: perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan. Pemilu diselenggarakan untuk menghindari terjadinya kekuasaan yang terpusat pada sekelompok orang tanpa mekanisme konstitusi yang jelas, sehingga ada kompetisi rasional, objektif, dan siap menang dan demikian juga siap kalah menjadi rakyat biasa.
Antusiasme masyarakat dalam penyelenggaran pemilu menjadi salah satu prasyarat keberhasilan penyelenggaraan pemilu. Oleh karena itu, peran serta masyarakat, pemerintah, maupun perguruan tinggi menjadi sangat penting dalam mendukung kesuksesan penyelenggaraan pemilu.
Peran mahasiswa adalah berpartisipasi aktif dalam penyelenggaraan, pelaksanaan dan pengawasan sesuai dengan levelnya. Mahasiswa bisa aktif dalam proses pemilu dengan pengawasan yang terlembaga melalui pemantau pemilu.
Dilihat dari pengalaman pemilu sebelumnya, masih terdapat banyak money politics, independensi penyelenggara yang patut dipertanyakan, serta lemahnya Panwaslu (Panitia Pengawas Pemilu) dalam menindak terjadinya kasus-kasus pelanggaran. Tentu saja hal ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Oleh karena itu, peran mahasiswa sebagai agent of change diperlukan.
Disinilah perlu adanya campur tangan dari lembaga kemahasiswaan di setiap kampus untuk dijadikan sebagai katalisator dalam menyukseskan pemilu yang berkualitas, tanpa ada kecurangan permainan termasuk intrik politik yang saat ini tengah berlangsung di parlemen. Setiap lembaga kemahasiswaan harus mempunyai partisipasi politik agar bisa berbagai informasi agar menjadi politik yang bersih. Lembaga kemahasiswaan juga berperan dalam meminimalisir atau bahkan mengurangi sikap golput dari teman-teman mahasiswanya. Upaya mengurangi angka golput diantaranya melakukan sosialisasi dan pendidikan pemilih kepada pemilih (mahasiswa). Sosialisasi ditujukan kepada mahasiswa agar lebih mempunyai kesadaran politik untuk menggunakan haknya secara baik dan benar. Pendidikan pemilih ditekankan untuk memberikan pembelajaran lebih kepada mahasiswa agar dalam menggunakan hak pilihnya lebih rasional dan tidak sekedar mempunyai hubungan tradisional dengan para calon kontestan pemilihan umum baik sebagai calon legislatif maupun calon eksekutif.



It’s Me and My Life Plan


Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Para pembaca yang InsyaAllah hidupnya selalu diliputi rahmat Allah Ta’ala, tulisan ini sengaja saya buat bukan untuk mengekspose diri melainkan untuk mendeskripsikan diri sendiri, berusaha untuk mengkaji siapa sebenarnya diri ini dan bermaksud untuk memperkenalkan diri ini kepada para pembaca. Karena orang yang berhasil adalah orang mengenali dan tahu betul siapa dirinya, oleh karenanya saya ingin menyongsong keberhasilan itu dengan langkah awal yaitu berusaha mendeskripsikan siapa sebenarnya diri saya. Baiklah langsung saja saya buka artikel ini.

Nama saya adalah Nisrina Ulfah. Yang dari lahir sampai saat ini, orang tua dan hampir semua orang yang kenal saya biasa memanggil dengan sebutan INA, namun tak jarang pula beberapa teman yang memanggil RINA. Dan itu bukan masalah bagi saya.

Saya dilahirkan di Palembang 18 tahun silam, yakni pada tanggal 06 Februari 1996. Dilahirkan sebagai anak kedua dari dua bersaudara. Saya lahir dan dibesarkan di Kota Palembang tepatnya di kecamatan Sukarami kelurahan Sukadadi. Saya memiliki seorang kakak perempuan yang sangat cantik bernama Ira Yuli Indrianti yang lebih tua 4 tahun dari saya.

Selama hampir 18 tahun ini, saya telah mengenyam pendidikan mulai dari TK Bina Ananda Palembang, SD Negeri 156 Palembang, SMP Negeri 11 Palembang, SMA Negeri 13 Palembang, dan saat ini sedang melanjutkan study di Akademi Kimia Analisis Bogor.

Saya memiliki motto hidup: Kerjakan semua hal dengan sebaik-baiknya, hasil yang baik akan mengikuti InsyaAllah “MAN JADDA WA JADA”. Oleh karenanya, saya berusaha semaksimal mungkin memanfaatkan kesempatan positif yang ada untuk melakukan hal-hal yang positif pula. Dan saya akan sangat menyesal jika waktu yang ada terbuang sia-sia.

Saya adalah tipikal orang yang serius dan terkadang terkesan cuek dimata teman-teman. Tetapi sebenarnya saya adalah orang yang selalu ingin berteman dengan siapapun dan senang bercanda. Dan mungkin kecuekan dan kedinginan itu muncul karena saya sedang serius melakukan sesuatu. Sedikit perfeksionis dan minimalis, itulah saya dimata saya. Terkadang saya menjadi sosok yang amat tenang, tetapi seketika itu pula saya dapat menjadi orang yang tergesa-gesa. Intinya, sebisa mungkin saya memakai prinsip antideadline. Apa yang dapat saya kerjakan saat ini, tidak boleh menunggu sampai esok hari. Selama tenaga MASIH memungkinkan dan waktu MASIH tersedia, ‘sekarang’ adalah waktu yang tepat untuk menyelesaikannya.

Menurut teman – teman saya, saya adalah pendengar yang baik, saya sering dijadikan tempat curhat oleh teman-teman saya. Terkadang dalam suatu obrolan yang ramai saya lebih suka diam dan memperhatikan teman-teman saya, dan sesekali menyampaikan sesuatu. Saya cukup mudah beradaptasi dengan lingkungan yang baru, sehingga saya cepat dengan mudah mendapatkan pertemanan.
Saya termasuk orang yang tertutup, hanya sedikit bersikap terbuka kepada teman-teman terdekat saja itupun hanya teman-teman yang bisa saya percaya saja.  Menurut orang-orang terdekat saya, saya terkadang terkesan egois dalam suatu keadaan, dan saya mengakui itu. Saya menyukai hal-hal yang terorganisir, kegiatan yang akan dilakukan biasanya saya lakukan didalam memori otak  saya atau dalam telepon genggam saya, sehingga memudahkan saya dalam menentukan apa-apa hal yang harus saya lakukan terlebih dahulu.
Saya adalah orang yang takut pada hal-hal yang menantang. Saya adalah orang yang masih belajar penuh mengenai sikap bertanggung jawab karena saya masih sering bersikap tidak disiplin. Saya lebih suka pada orang yang bersikap apa adanya karena mereka lebih asik untuk diajak berteman. Saya lebih suka mengalah karena saya benci dengan perdebatan. Saya lebih suka untuk bersikap diam kepada orang lain yang tanpa sebab mengajak saya berdebat.
Saya adalah seseorang yang sangat mencintai keluarga, saya lebih suka menikmati liburan bersama keluarga dirumah dibanding bermain dengan teman, karena akhir pekan menurut saya adalah waktu untuk keluarga,dan hari yang lain waktu untuk bekerja dan belajar. Terkadang saya terkesan manja saat bersama keluarga, saya rasa hal ini wajar karena saya merupakan anak bungsu dalam keluarga.
Saat ini saya telah memiliki beberapa rencana dalam hidup saya. Saya berencana untuk bisa mengikuti lomba sebanyak mungkin sepanjang tahun 2014-2015 dan aktif berorganisasi. Pada tahun 2016 saya berencana untuk fokus menyelesaikan tugas akhir saya di AKA Bogor, mengadakan PKL di PT.PUSRI Palembang pada bulan April, wisuda tepat pada bulan Oktober 2016 dan TELAH diterima bekerja di PT.PUSRI Palembang pada bulan Agustus 2016. Saya akan melanjutkan kuliah saya di salah satu universitas swasta di Palembang pada tahun 2017 dan akan selesai pada tahun 2018 akhir. Saya akan mengajak mama, papa, dan kakak perempuan saya untuk umrah pada tahun 2020. Akhir tahun 2020 saya akan membangun sebuah rumah. Pada tahun 2021 saya akan menikah dengan orang yang dipilihkan oleh Allah dan menjalankan hidup sebagaimana mestinya, terus mengukir senyum di wajah orang-orang yang saya sayangi terutama mama, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah.
Begitulah diskripsi singkat mengenai diri saya dan rencana hidup saya beberapa tahun ke depan, saya selalu berusaha untuk memperbaiki kekurangan yang ada dalam diri saya, dan tidak menjadikan kekurangan yang ada dalam diri saya sebagai suatu halangan untuk bisa lebih baik.

Kamis, 08 Mei 2014

Bukan Sekedar Ungkapan

Chika adalah seorang cewek yang identik dengan serba-serbi berwarna pink-nya dan penggemar berat musik klasik. Dia bersekolah di SMA Negeri 14 Bandung dan sedang menduduki bangku kelas dua. Di suatu siang saat jam istirahat di sekolahnya tiba, seperti biasa dia dan Faren teman sebangku sekaligus sahabatnya itu pergi ke kantin. Entah untuk makan atau hanya sekedar ngobrol, buat mereka jam istirahat itu pantang banget buat ada di kelas. Di kantin itu jugalah Chika biasa curi-curi pandang ke arah meja yang selalu ramai dengan anak-anak cowok kelas tiga. Di sana juga cowok yang chika taksir berada.
            Di awal kedekatannya dengan chika, faren belum menyadari kebiasaan sahabatnya yang selalu melirik ke arah meja yang tepat ada di sudut kantin. Tapi akhir-akhir ini kebiasaan chika itu segera menarik perhatian faren untuk mencari tahu siapa yang tengah diperhatikannya, dan tebakan faren jatuh ke Rian anak kelas tiga yang paling populer di antara anak-anak cowok kelas tiga lainnya. Faren tau sahabatnya itu tidak akan menceritakan hal itu kepadanya dengan sendiri, oleh karena itu faren ingin sekali menanyakannya langsung kepada chika.
            “heh lagi liatin kak Rian ya ?”, teguran itu sontak membuat Chika kaget dan tersadar dr lamunannya. “Eh nggak kok, sembarangan aja” jawab chika. 
Sambil menyipitkan sebelah matanya faren kembali meledek sahabatnya itu “udahlah ngaku aja, iya kan ? iya juga ga apa-apa kali aku juga setuju kamu sama dia”.
“Apaan sih kamu ren? Nggak kok beneran. Kenapa kamu setuju aku sama dia emang kamu tau apa tentang dia ?”tanya chika
“Kamu kalo naksir bilang dong, dia kan tetangga aku. Gimana sih gitu aja gak tau “.
Deg! ‘kak Rian tetangga Faren? Kok dia gak pernah cerita sih?’ tanya Chika dalam hati.
“Kok diem ? nah kan ketauan kalo kamu suka sama diaa hayooo :D chikaa chikaa baru kali ini aku tau kamu bisa naksir cowok hhaha.”
“Ih sok tau banget kamu huu” sungut chika. “masih gak mau ngaku hah ?” tanya faren. “bodo’ah!” jawab chika sambil berlalu dari kantin diikuti faren karena jam istirahat telah usai.
            Di kelas Faren terus saja meledek Chika sehingga berhasil membuatnya menjadi uring-uringan. Tetapi usahanya berhasil membuat Chika ngaku kalo dia memang suka sama Rian. Terbentuk sunggingan puas dari wajah Faren. Mereka tertawa bersama di tengah-tengah jam pelajaran yang akhirnya berhasil membuat Pak Agus naik pitam “Chika, Faren apa yang sedang kalian tertawakan ? kalian tahu kan di jam pelajaran saya kalian semua tidak boleh bermain-main!”. “maaf pak” jawab Chika dan Faren bersamaan. Teeettt bel jam pulang pun berbunyi.
                Keesokan harinya di sekolah, Chika datang lebih awal karena kebagian tugas piket kelas. Sewaktu lagi menyapu teras, Faren berteriak dari ujung koridor memanggil nama chika sambil setengah berlari,
“Apaan sih kamu ren kebiasaan banget teriak-teriak kayak di hutan gitu?” gerutu Chika sambil membuang sampah.
“Heh tau gak?” ujar faren.
“Tau apa? Dateng-dateng langsung nanya kayak itu” jawab chika setengah cemberut.
Alhasil pipi chubby Chika jadi sasaran empuk kegemasan Faren pagi itu.
 “Masih pagi kok udah mancungin bibir gitu sih, di depan gerbang aku ketemu Rian loh ka, setelah aku lihat-lihat lagi ternyata dia itu cakep banget ya hmmm”.
Chika menjawab dengan santai tapi sedikit kesal di hatinya “Terus kenapa ? Kamu naksir dia ? Deketin aja gih, rumahnya kan deketan juga sama kamu jadi mudah dong buat PDKT”.
Pernyataan Chika itu sontak membuat sahabatnya tertawa terbahak-bahak.
“Hei seru banget sih kamu ketawa pagi ini, habis dapet arisan ?” tanya Chika heran.
Sambil terus tertawa faren menjawab ”Bukan habis dapet arisan ka, tapi habis ketemu pangeran cakeeeepp banget hahaha, mendingan aku ketawa daripada kamu cemberut gitu sampe bibir udah nambah 5 senti aja cuma gara-gara cemburu *weekkk” Faren berlari masuk ke dalam kelas meninggalkan Chika yang tengah kesal.
“ugh, aku gak cemburu Fareeeennn” teriak Chika dari depan pintu kelas.
            Di dalam kelas, Chika masih melemparkan muka cemberut ke arah Faren sambil menduduki bangkunya,” Masih kesel neng?” tanya faren meledek.
“Huh kamu nya sih pakek bilang aku cemburu segala” gerutu Chika.
“Memang bener kan ? dari pernyataan kamu tadi itu kelihatan banget kalo kamunya cemburu :p ngaku aja deh sama sahabat sendiri juga bukan sama orang lain”.
Sambil menoleh ke arah faren dan tersenyum, Chika menjawab, “aku gak cemburu Faren, apalagi sama kamu. Masa sama sahabat sendiri cemburu, kan aku percaya kamu”. Nah senyum gitu kan keliatan cantik nya “mau denger cerita tentang dia nggak ?” tanya faren. Dengan terlihat antusias chika menyambut baik tawaran sahabatnya “mau deh ren aku juga udah penasaran banget sama dia”.
Rian itu baru pindah setahun yang lalu kesini. Yang aku denger sebelumnya dia tinggal di Yogyakarta, tapi karena ayahnya pindah tugas ke Bandung jadi dia pindah juga deh. “emang ayahnya kerja apaan ren ?” tanya chika menunda cerita faren.
“Kurang tau jg ya ka, tapi kata ibuku ayahnya kerja sebagai kontraktor perusahaan besar gitu. Mau dilanjutin lagi gak ceritanya ? “
“eehh iya iya lanjutin gih”.
“Nah selama dia tinggal disini dia itu anaknya emang agak pendiam, tapi dia baik kok aku sering liat dia bantuin mamanya beresin rumah, nganterin mamanya ke pasar dan yang lainnya deh. papa nya kan suka lembur, jadi dia yang ditugasin buat jagain dan ngebantuin mamanya.”
 “emang dia nggak punya adik cewek atau kakak cewek gitu ?” . “
dia dulunya punya kakak cewek tapi denger-denger kakaknya udah meninggal gara-gara kecelakaan mobil.”
 Muka Chika langsung berubah simpatik.
“Nah yang menarik dari dia, dari pertama dia jadi tetanggaku, aku belum pernah liat dia bawa cewek kerumah. Di sekolah aja kita gak pernah kan liat dia berdua-duaan sama cewek. Padahal dia kan cakep, dan kelihatannya walaupun dia agak pendiam dia juga mudah bergaul sama anak-anak disini, buktinya dia udah punya banyak temen sekarang. Gak mungkin kan dia gak laku hahaha.
“Hush, gak mungkin lah ren” gerutu chika sinis.
“yee, jangan marah gitu dong cantik kan bercanda aja” sahut faren.
            Obrolan mereka pun terhenti saat Ibu Mirna masuk ke kelas. Cerita Faren tadi masih membayang-bayangi chika. Dia semakin tertarik untuk mengenal Rian lebih jauh. Namun kendalanya dia dan Rian belum pernah bertegur sapa. Chika memang terkenal ramah tapi tidak terlalu ramah kalau harus menegur anak-anak cowok lebih dulu. Sampai dia menduduki kelas dua SMA ini dia belum pernah pacaran. Bahkan dia tidak ada teman dekat laki-laki, semua anak-anak laki-laki di sekolahnya hanya dianggapnya teman biasa. Dan untuk pertama kalinya sejak dia masuk ke SMA Negeri 14 hanya Rian-lah yang berhasil menarik perhatiannya. “Heh ka!”, teguran Faren itu membuat Chika tersadar dari lamunannya. “eh, kenapa ren? Disuruh ngerjain soal ya? Yang mana?”.
“Bukan kok, nah ngelamunin kak Rian yaaa ?”.
“hmm.. sok tau deh kamu! Yaudah belajar lagi yuk nanti kita dimarah Ibu Mirna lagi” jawab chika.
“Hati-hati kesambet kalo ngelamunin si dia terus hihihi” ledek Faren. Chika balas mencibir.
            Dan seperti biasanya, waktu istirahat digunakan dua sahabat karib itu untuk sekedar bercerita di kantin dan seperti biasa juga pandangan Chika tertuju pada meja di sudut kantin tempat biasanya Rian dan teman-temannya berkumpul. Hari itu, saat ia sedang mencari Rian di tengah-tengah rombongan itu, tiba-tiba sebuah suara menghentikan kegiatannya, dia menoleh dan ternyata yang sedang dicarinya ada di depan matanya. Shock! Jantungnya tiba-tiba berdetak lebih cepat.
“Hei” suara itu akhirnya berhasil mengembalikannya ke dunia nyata.
“Oh hei”, jawab Chika sambil tersenyum.
“Kok sendirian? Faren mana ka?”, tanya Rian. 
“hmm.. dia tadi lagi pesan bakso kak, mungkin sebentar lagi kesini”, jawab Chika.
”Kalo gitu, aku boleh duduk disini kan nemenin kamu nunggu Faren ?”, kata-kata itu sontak membuat Chika kikuk. “Eh iya kak boleh kok”, Chika tersenyum canggung.
“Kamu suka banget sama novel ya ?", tanya Rian saat melihat novel yang sedang dipegang oleh Chika.
“Iya kak “ jawab Chika.
“Memangnya apa sih yang membuat kamu jadi penggemar berat novel gitu ?”
"hmm sebenarnya dari kecil aku memang suka baca kak, aku mencintai dunia seni dan sastra, dan beginilah caraku mencintai sastra, aku memegang prinsip dari sebuah novel yang pernah aku baca, yang isinya seperti ini, "Aku baca buku karena aku suka, bukan karena aku mengharapkan suatu penilaian dari orang-orang di sekitar aku. Bukan karena aku ingin dianggap hebat atau pintar atau berpendidikan atau beradab cuma karena udah baca sebuah karya sastra." (Widhya Puspitadewi, 2009:60) jadi aku suka heran sama orang-orang yang dengan mudahnya mengejudge setiap orang yang suka baca adalah kutu buku dan identik dengan jenis", jelas Chika.
Mereka berdua pun mengobrol sampai jam istirahat usai sementara Faren tak juga kunjung datang. Akhirnya mereka mengakhiri percakapan hari itu sambil sama-sama tertawa.
“Ternyata kamu anaknya memang seru ya ka,kamu pintar, Faren gak salah”, ujar Rian.
“Ah, gak juga kok kak, Faren orangnya emang suka melebih-lebihkan hehe”, Chika tersipu malu. “Hm aku balik ke kelas dulu ya kak sekalian mau nyari Faren”, pamit Chika.
”Barengan aja ka, kelas kita kan searah”, tawaran Rian itu benar-benar melengkapi kesenangan Chika hari itu. Mereka pun kembali ke kelas bersama-sama.
            Setibanya dirumah, Chika tidak bisa menyembunyikan rasa senang dan ingin membaginya ke semua isi rumahnya. Alhasil, semua orang yang ada dirumah itu tidak ada yang luput dari sapaan Chika. “kamu kenapa sih dek kok girang banget? ”, tanya Tomi heran. Tomi merupakan saudara tertua Chika.
“Ah, sok tahu kamu kak huu, Chika masuk kamar dulu ya”.
            Di kamar, Chika tak henti-hentinya menebar senyum. Sampai akhirnya bunyi hp memecah keheningan kamar bernuansa pink itu. Dilihatnya pesan dari kontak yang tidak dia kenal. Isi pesan itu “Terima kasih ya sudah ditemani menghabiskan jam istirahat yang membosankan tadi siang hehe”. Chika heran dan langsung menanyakan nomor itu.
Balasan dari nomor yang tak dikenal itu membuatnya kaget “Ini Rian anak XII IPA 2 ingat kan ?”, Chika pun terenyak dari tempat tidurnya. “Eh ingat dong kak, masa Chika langsung lupa hehe”. Percakapan lewat pesan itu terus berlanjut di hari-hari berikutnya. Sejak saat itu, setiap mereka bertemu tidak ada lagi kecanggungan di antara keduanya dan tentunya semua itu tidak lepas dari campur tangan Faren. Faren-lah yang memberikan nomor hp chika ke Rian karena Faren tahu kalo Rian juga menyukai Chika.
            Namun, semakin mendekati ujian nasional semakin jarang pula Rian menghubungi Chika. Hal itu membuat Chika merasa tidak yakin kalau Rian benar-benar tertarik dengannya bahkan sampai menjelang kelulusannya pun Rian belum pernah mengungkapkan perasaannya, alhasil Chika menjadi lebih sering melamun baik di sekolah maupun dirumah. Faren menyadari kejanggalan sikap sahabatnya itu, setelah mendesak Chika untuk bercerita, dia berhasil mengetahui masalah apa yang mengakibatkan sahabatnya merubah sikapnya selama beberapa hari terakhir dan dia berinisiatif untuk membantu chika. Sepulang dari sekolah, Faren langsung berniat untuk menemui Rian, namun tidak membuahkan hasil.
            Sampai akhirnya ujian selesai, dan empat hari lagi adalah pengumuman kelulusan anak kelas tiga. Tiba-tiba bunyi hp memecah keheningan kamar Chika malam itu, dia sangat malas mengambil hp-nya. Namun bunyi hp itu tidak juga berhenti, karena takut akan mengganggu penghuni rumah lainnya, Chika pun mengambilnya, dan tak disangka ternyata Rian yang sedang mencoba menghubunginya.
“Hai Chika, kok lama banget sih ?”, tanya Rian di ujung telepon.
“Eh..maaf kak tadi Chika lagi blajar, ada apa ya kak?’.
“Gak ada apa-apa cuma mau tau kabar chika aja kok, boleh kan?”
“Oh.. boleh dong kak hehe”, obrolan itu berlanjut sampai larut malam.
            Empat hari pun berlalu, tibalah hari dimana pengumuman hasil ujian anak kelas tiga. Chika pun ikut tak tenang menunggu hasil ujian Rian dirumah, Chika terus berdo’a agar Rian mendapat hasil yang terbaik. Dan do’a itu pun terkabul. Rian lulus dengan nilai tertinggi di sekolahnya. Keesokan harinya, Chika kaget dengan kedatangan Rian ke kelasnya, “eh aku lulus loh”, itulah kalimat pertama yang di ucapkan Rian.
“Selamat ya kak Chika juga ikut senang”.
“Makasih Chika, oh iya kakak mau melanjutkan sekolah ke Yogya dan akan berangkat besok pagi. Kakak diterima di universitas negeri disana, kakak kesini sekalian mau pamitan sama kamu”, kata-kata yang keluar dari mulut Rian benar-benar mengacaukan hati Chika.
 “Selamat lagi kakak, hati-hati ya disana semoga bisa jadi orang sukses”.
” Amiin, makasih cantik Chika juga nanti mau kuliah di Yogya kan ?” .
“iya kak , pasti deh tau dari Faren, Faren bawel ya kak hehe”.
“iya hehe jaga diri baik-baik ya ka, hmm..” sambil mengeluarkan sebuah kotak cantik yang tersematkan pita berwarna pink yang sangat lucu, “Ini untuk kamu”
Chika menerima kotak itu dengan wajah penuh pertanyaan. Rian tertawa melihat mimik wajah Chika yang sangat menggemaskan. “Itu kenang-kenangan dari aku, semoga kamu suka ya, oh iya dibukanya dirumah aja”
Chika pun tersenyum penuh arti, tapi terbersit berbagai pertanyaan dihatinya, ‘Apa arti kedekatan mereka selama ini ? Mungkinkah hanya sebatas kakak dan adik saja ? Mungkin hanya cerita novel yang bisa berakhir bahagia, mungkin kebahagiaan itu akan berakhir hari ini, mungkin...’
“Hei kok bengong sih ? Wah udah sore nih, aku pulang duluan ya ka, titip sekolahku ini, hah sepertinya aku mulai mengerti arti dimana setiap pertemuan pasti ada perpisahan, bye” Rian pun meninggalkan Chika dengan sebuah senyuman getir yang tidak bisa diartikan oleh Chika.
Setibanya dirumah, Chika langsung membuka kotak pemberian Rian dan isinya adalah sebuah kotak musik berbentuk gitar dan sebuah surat. Chika pun langsung menghidupkan kotak musik itu dan sontak dia kaget mendengar musik yang mengalun itu merupakan musik kesukaannya 'I Can't Stop Loving you by Phil Collins'. Lalu dia pun membuka surat yang ada di dalam kotak itu,
“Hei Chika, sudah denger musiknya ? Maaf ya kalo masih banyak nada yang salah, maklum baru pertama kali permainan piano aku direkam untuk dikasihin ke cewek hehe. Aku tau kamu suka banget sama lagu itu, soalnya aku udah lama suka merhatiin kamu dan Faren, setiap kamu lagi kesal, Faren selalu nyanyiin lagu itu dan kamu langsung tersenyum. Aku pasti bakal kangen senyum kamu. Terima kasih sudah mengizinkan aku masuk ke dunia kamu akhir-akhir ini. Berhubung aku juga penggemar berat novel, aku punya kata-kata buat kamu dari salah satu novel yang pernah aku baca, anggap saja ini penutup dari surat ini, terima kasih telah meluangkan waktu untuk sedikit tahu mengenai apa yang ingin aku sampaikan sejak awal kita mulai berbicara sampai saat ini.
“Be calm, love me today-yesterday-what tearful longings to you. You my life-my all farewell. Continue to love me, never misjudge the most faithfull heart of your beloved. Ever thine, ever mine, ever ours (Rayi Indriyana on I’m With You)

Chika pun tanpa sadar meneteskan air mata haru menerima semua hadiah yang diberikan oleh Rian, menurutnya isi dari hadiah itu merupakan jawaban dari semua pertanyaan yang selalu terbersit dihatinya. Kini Chika tidak lagi meragukan perasaan Rian terhadapnya, dia meyakini sebuah kutipan yang pernah dia baca bahwa tidak setiap perasaan perlu diungkapkan dengan perkataan langsung, aku hanya membutuhkan tindakan dan sedikit pertegasan, itu saja sudah cukup.

Hari itu menjadi hari yang menyedihkan sekaligus berkesan buat Chika. Hubungan mereka tetap terjalin dengan sangat baik meskipun Rian melanjutkan sekolahnya di Yogya yang berbeda ribuan kilometer dengan Chika, karena jarak bukan untuk dijadikan alasan selama hati dan detak jantung mereka tetap berada di frekuensi yang sama.

Kamis, 27 Maret 2014

Hanya karena...

Hanya karena dia lebih memilihku hari ini bukan berarti dia tidak akan memilih orang lain di esok hari.
Hanya karena dia bersamaku saat ini bukan berarti dia tetap bersamaku di saat yang lain.
Hanya karena dia merindukanku hari ini bukan berarti dia akan merindukanku di esok hari.
Hanya karena dia memiliki ku saat ini bukan berarti dia akan memiliki ku esok hari.

(Dan) hanya karena dia menyakitimu hari ini bukan berarti dia akan menyakitimu (lagi) esok hari.
Hanya karena dia meninggalkanmu hari ini bukan berarti dia akan meninggalkanmu esok hari.
(Lalu) hanya karena dia lebih memilihku saat ini bukan berarti dia tidak akan memilihmu esok hari.

Karena memang hanya karena segala hal tidak akan ada yang abadi.
Karena memang hanya karena hakikat sebuah perasaan adalah fana.
Hanya karena Tuhan tak pernah mengizinkan kita bersedih terlalu lama.
Hanya karena Tuhan memberi apa yang kita butuhkan hari ini, dan akan memperbaikinya esok hari.

Karena semestinya kita bersyukur dengan apa yang terjadi hari ini, menjaga apa yang kita miliki.
Karena mungkin besok semuanya tak lagi sama.

Kamis, 20 Maret 2014

BERMIMPILAH.. BERAZZAMLAH..



Bermimpilah..
Ialah yang menguatkan azzam
Berazzamlah..
Ialah yang menguatkan kaki tuk melangkah,
Ialah yang mengokohkan pundak tuk memikul

Semua di mulai dari sini, dari hari ini
Tataplah esok dengan senyum ceria
Hadapi hari ini dengan riang bahagia

Kita tidak dapat mengharapkan sesuatu yang lebih baik di hari esok
Jika sikap kita hari ini tidak pernah berubah

Semua dalam hidup ini berubah

Kecuali perubahan itu sendiri

Sederhana ? Itu Aku.


Do you know me ? Aku rasa tidak. Sebab aku bukan Katty Perry, bukan Selena Gomez, bukan Syahrini apalagi bagian dari Cherrybelle, itu juga sangat bukan. So who am i ? ya siapa aku. Aku bukan orang yang spesial, bukan orang yang jago nulis. Aku orang yang biasa-biasa saja, tidak populer. I’m just ordinary girl. Menjelaskan keterangan siapa aku merupakan hal yang cukup sulit karena ini pertama kalinya aku mendeskripsikan siapa diri aku. Sebenarnya cukup klise, soalnya aku merasa apa yang ada di diri aku atau bagaimana aku, orang lain tidak harus tahu. Nah tapi untuk kesempatan kali ini, aku akan mencoba menceritakan siapa aku ?
Perkenalkan nama aku Nisrina Ulfah. Kalau dilihat dari buku nama-nama islami, arti dari Nisrina adalah ‘bunga mawar putih’ dan Ulfah adalah ‘persahabatan’. Aku biasa dipanggil ina. Aku tinggal di jalan tanjung raya lorong durian Rt.24 Rw.05. Aku lahir di Palembang, tanggal 06 Februari 1996. Baru 18 tahun nih. Aku dilahirkan di tengah-tengah keluarga yang sangat baik dan aku merasa beruntung mempunyai orangtua seperti mama dan papaku. Aku mempunyai seorang kakak perempuan, namanya Ira Yuli Indrianti. Dia orang yang sangat perhatian, rasanya sangat beruntung aku mempunyai kakak sepertinya. Dia selalu membantuku mengerjakan apa saja yang menurutku susah. Cukup membantu mempunyai kakak sepertinya, soalnya aku termasuk orang yang sangat cuek, jadi dengan adanya dia kecuekan aku bisa cukup terkendali.
Ngomong-ngomong soal cuek, aku merupakan tipikal cewek yang mempunyai banyak sekali sifat buruk. Terlalu jujur, bukan ? Karena terlalu banyak sifat buruk, aku hampir tidak tahu apa sisi baik yang harus diceritakan. Lihat ! Baru saja aku mengeluarkan sifat burukku dengan menceritakan bahwa aku memiliki banyak sifat buruk. Aku selalu merasa tidak ada sisi baik yang perlu diceritaikan di diri aku, mungkin menurutku cukup dinilai oleh orang-orang yang ingin dekat denganku saja. Tapi kalo disinggung tentang sifat buruk, sifat burukku setelah cuek adalah cukup tertutup dan mudah tersinggung. Mungkin karena aku merasa aku orang yang cukup peka jadi setiap ada yang tidak sengaja ataupun yang sengaja membicarakan aku, aku bisa langsung tahu. Memang tidak di setiap saat seperti itu, tapi banyak sekali momen seperti itu yang terjadi sama aku. Aku tidak tahu apa yang tidak disukai orang-orang tentang diri aku. Tapi aku pernah menanyakan hal ini ke orangtua-ku, dan mereka menjawabnya dengan sangat lugas, katanya aku ini orangnya mudah marah, mudah cemberut, jadi kemungkinan banyak teman-teman yang menjauhi aku karena sifat itu. Sampai sekarang, aku masih berusaha keras menghilangkan atau minimal mengurangi sifat-sifat yang aku sebutkan itu sebab aku ingin mempunyai banyak teman, mempunyai teman dekat, sama seperti orang-orang pada umumnya.
Riwayat pendidikanku juga cukup dibilang standar, maksudku tidak ada yang spesial karena dengan memiliki pribadi yang biasa-biasa saja seperti ini, aku beruntung tidak sempat memasuki sekolah luar biasa.  Dimulai dari memasuki TK Bina Ananda di Palembang, dilanjutkan dengan masuk SDN 183 Palembang, lalu pindah ke SDN 156 Palembang, dilanjutkan lagi dengan masuk ke SMPN 11 Palembang, dan terakhir SMAN 13 Palembang. Cukup standar, bukan ? Saat aku berada di lingkungan SMPN 11 Palembang, disini aku mempunyai banyak teman, aku menjadi pribadi yang terbuka dan aktif, hampir setiap guru yang mengajarku hapal nama aku, entah yang diingat ujung nama atau nama panggilan aku. Menurutku, di masa SMP inilah masa yang bisa membuat aku aktif dalam kegiatan apa saja. Kebanyakan orang kalau ditanya ingin kembali ke masa apa (dalam hal pendidikan), mereka akan menjawab masa SMA, berbeda denganku, kalau aku yang ditanya seperti itu aku akan menjawab masa SMP. Kenapa ? Karena di masa SMP inilah aku merasa aku bisa lebih sering melihat senyum orangtua-ku terutama mama. Bukan berarti sama sekali tidak merindukan masa SMA, masa SMA juga sangat berkesan (baca:cukup). Menyinggung tentang SMA, dimana merupakan pendidikan terakhirku sebelum melanjutkan ke jenjang perkuliahan, aku habiskan di SMA Negeri 13 Palembang. Semua sekolah yang aku lewati mempunyai jarak yang tidak jauh dari rumah dan Alhamdulillah-nya lagi selama sekolah sampai dengan SMA, aku tidak menghabiskan uang orangtuaku dalam hal biaya spp karena kebetulan saat aku menduduki bangku sekolah dasar sampai menengah atas, di kotaku sedang tercanang program Pendidikan Gratis 12 Tahun. Rasanya beruntung sekali bisa mengambil bagian dan menikmati program itu.
Lanjut cerita tentang masa SMA-ku. Pertama kali menginjakkan kaki di SMA rasanya excited banget. Di pikiran aku waktu itu menjadi anak SMA berarti sudah benar-benar besar, sudah mempunyai adik kelas yang banyak, sudah merasa SMA itu tingkat yang paling tinggi. Alhamdulillah untuk masuk SMA-ku waktu itu, aku diberi kesempatan untuk mengikuti jalur PMPA. Selama SMA aku belum pernah merasakan (lagi) mendapatkan peringkat kelas. Miris sekali rasanya, sebenarnya memalukan buat diceritain, tapi alangkah lebih menarik cerita ini kalau sedikit diperjelas. Kenyataan itu berbanding lurus dengan kebaikan guru-guru disana yang selalu membesarkan hati kami yang tidak bisa masuk ke dalam peringkat kelas, dimana ada satu guru yang selalu berkata, “Kalian semua merupakan peringkat 1 dimata Ibu bagaimanapun hasil rapot kalian.” Bercerita tentang guru yang satu ini, dia adalah salah satu guru kimiaku, namanya Ibu Endah. Dia orang yang tegas, tapi selalu punya sejuta cara untuk membuat anak-anak di kelas tidak pernah bosan. Selalu ada game, selalu ada lelucon, selalu ada tugas-tugas kelompok yang semakin membuat kekompakan di antara teman-teman satu kelas. Walaupun aku bukan salah satu murid yang dekat dengan beliau, tapi aku cukup senang karena beliau mengingat namaku. Beliau adalah salah satu inspirasiku mengapa menyukai kimia.
Berada di lingkungan kelasku itu cukup seru, semuanya bersaing secara sehat. Belajar buat memahami karakter satu sama lain selama 3 tahun cukup buat aku bisa menahan egoku sendiri, bagi aku yang merupakan orang yang egois, mempunyai pelajaran hidup seperti itu memang sangat membantu. Sama-sama berjuang menyelesaikan kelas 3 menjadi salah satu hal yang mungkin akan selalu kami ingat bersama sampai kapanpun, mulai dari persiapan UAS, ujian praktek, UN, masing-masing mengambil bagian menarik dari sebagian kecil kehidupanku selama menjalani pendidikan SMA.
Membahas tentang pendidikan setelah SMA, aku dulu sangat ingin menjadi dokter. Pertengahan kelas 3, terlintas di pikiranku ingin menjadi orang yang bisa bekerja di laboratorium, kuliah di sebuah akademi yang hanya perlu mempuh waktu 3 tahun untuk menyelesaikan. Akademi seperti bayanganku waktu itu yang aku tahu hanya DEPKES yang ada di Palembang, jadi aku sempat ingin masuk ke akademi itu dengan mengambil jurusan analis kesehatan karena menurut pemikiranku waktu itu prospek kerja seorang analis kesehatan tidak akan jauh dari laboratorium. Semakin keujung kelas 3, papaku membantuku mencari-cari sekolah yang prospek ke depannya bisa langsung kerja atau program D3, setelah dari sekian banyak list yang di kasih ke aku, aku mencoba memasukkan berkas ke Akademi Kimia Analisis Bogor, berharap sekali bisa masuk, karena aku tahu prospeknya tidak akan jauh juga dari laboratorium. Pada saat menunggu waktu pengumuman, rasanya deg-degan, pokoknya sibuk minta doa terus sama mama. Dan Alhamdulillah, doaku dan doa orang-orang seisi rumahku terkabul. Aku lulus di AKA Bogor. Sujud syukur waktu itu.
Orangtua-ku sempat tidak setuju waktu aku ingin melanjutkan tahap daftar ulang di AKA, mereka masih berharap aku bisa lulus di tempat lain terutama di Palembang. Maklum, mungkin karena aku anak bungsu jadi sedikit susah untuk dilepas sendiri. Tapi dengan banyak pertimbangan-pertimbangan lain, akhirnya mereka mulai bisa melepas aku kuliah disana. Akhirnya orangtuaku memutuskan untuk melanjutkan daftar ulang di AKA. Ada pengalaman seru waktu perjalanan ke Bogor. Di tengah perjalanan, bis yang aku tumpangi terjebak macet parah di Lampung, lalu setelah sekitar 7jam akhirnya bis kami bisa terlepas dari kemacetan. Tapi ternyata perjuangan aku dan mamaku untuk daftar ulang tidak hanya sampai disitu, saat mau masuk pelabuhan Bakauheni, ternyata mobil bis kami terkena razia shabu-shabu. Ada salah satu penumpang yang membawa shabu-shabu sebanyak 2kg. Oleh karena itu, mobil bis kami harus ditahan di kepolisian Bakauheni. Jadi, kami terpaksa menunggu bis berikutnya. Waktu itu aku sudah sempat putus asa, takut kalau sampai di Bogor tidak sempat lagi melakukan daftar ulang sebab hari itu sudah tanggal 5 Juni, sedangkan daftar ulang tutup tanggal 7 juni. Tapi Alhamdulillahnya walaupun tanggal 6 Juni-nya tanggal merah, tapi AKA tetap melayani aku yang ingin daftar ulang,. Perjuangan sekali rasanya untuk melakukan daftar ulang itu. Beruntung bisa ditemani sama mama, oleh karena itu, InsyaAllah aku tidak akan mengabaikan kesempatan kuliah disini demi mama. Setelah melakukan daftar ulang di Bogor, aku kembali lagi ke Palembang sebab masih ingin menjalani beberapa tes perguruan tinggi lagi disana. Setelah selesai menjalani serangkaian tes di perguruan tinggi lain akhirnya sampai lagi di hari dimana aku harus kembali lagi ke Bogor untuk mengikuti kegiatan matrikulasi di AKA.
Baru beberapa hari disana, pengumuman-pengumuman tes perguruan tinggi lain pun keluar seperti DISHUB, SBMPTN dan DEPKES. Tapi karena dari pertama sudah memutuskan memilih AKA dan tidak mungkin menambah beban orangtua untuk mengeluarkan biaya lagi ke perguruan tinggi lain, jadi pengumuman–pengumuman itu terpaksa harus diabaikan. Tekadku kuliah disini hanya 3 tahun dan akan kembali lagi ke Palembang untuk mama dengan telah memiliki pekerjaan. Di AKA rencananya aku mau ikut organisasi seperti BEM, soalnya selama di SMP atau SMA aku tidak pernah diizinkan ikut organisasi. Dan Alhamdulillah keinginanku terwujud.
Tanggal 19 Agustus 2013, aku melakukan kegiatan OKPK di PUSDIKZI. Selama kegiatan OKPK kelompokku dibimbing oleh Teh Fitri dan Aa’ Ulwan. Mereka kabing yang baik dan seru untuk diajak diskusi. Di Zeni, aku dan teman-teman lainnya dilatih dan dididik secara militer. Aku dan teman-temanku tergabung dalam kelompok F. Anak-anak dan acaranya sangat seru, melatih kedisplinan dan keberanian serta mengajarkan kami untuk kompak dalam satu kelompok. Sayangnya selama disana kelompokku selalu kalah dalam setiap lomba sehingga kami selalu menerima hukuman dari pelatih. Badan kami sakit semua, tapi kapan lagi bisa menjalani push-up dalam satu hari dengan hitungan yang cukup banyak. Setelah menjalani pendidikan di Zeni, aku mengikuti kegiatan OKPK lainnya di kampus tanggal 22 Agustus 2013.

Dan saat ini, aku telah menjalani satu semester yang membuat diriku mendadak super sibuk, aku berharap setiap semester disini bisa aku lewati dengan sangat baik. Be a real Analyst. Sekian cerita dariku tentang Who Am I ? Walaupun sedikit ribet membacanya, tapi inilah aku.

Rabu, 12 Maret 2014

Mahasiswa Mengapa Harus Bergerak ?

Mengapa harus mahasiswa ? Pertanyaan itu yang selalu muncul setiap kali kita bahas mengenai pergerakan. Saat ini mahasiswa memang cukup dikenal sebagai agen pergerakan. Ada beberapa alasan mengapa semua aspek masyarakat memiliki kepercayaan tentang itu.

Seperti yang kita tahu bahwa mahasiswa dinilai memiliki kemampuan intelektual dan kecerdasan yang sudah mencukupi untuk mengkritisi segala kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Pada masa ini, mahasiswa dibiasakan untuk memahami sistem baik itu lewat organisasi kemahasiswaan ataupun sistem birokrasi yang berlaku di kampus. Anggapan seperti ini akan dengan otomatis membuat pola pikir dituntut untuk dibuka lebih luas dalam menghadapi kehidupan yang sudah dianggap jauh berbeda dari kehidupan masa sekolah sebab seorang mahasiswa pasti akan langsung berhubungan dengan dunia luar.

Lalu mahasiswa juga merupakan sosok yang dinilai memiliki kreativitas tinggi, sehingga mereka mampu terjun langsung dalam masyarakat untuk memberikan solusi terhadap permasalahan-permasalahan yang timbul dalam masyarakat.

Mahasiswa juga merupakan bagian dari masyarakat yang baik secara langsung maupun tidak langsung juga merasakan dampak dari setiap kebijakan yang ditetapkan oleh pemerintah. Mahasiswa mampu terjun langsung untuk mengetahui kondisi nyata yang dialami masyarakat, sehingga berbagai aspirasi dari masyarakat juga secara langsung dapat diserap oleh mahasiswa. Hal-hal kecil yang tidak mampu dijangkau oleh pemerintah, mampu dirasakan oleh mahasiswa. Hal inilah yang menjadi alasan utama seorang mahasiswa untuk bergerak.

Pergerakan tidak harus dengan aksi turun ke jalan atau demo di depan gedung pemerintah. Jiwa pergerakan itu juga mampu diwujudkan dengan karya nyata berupa prestasi membanggakan, bakti sosial, menjadi enterprenuer handal ataupun lewat hal kecil sekedar menyingkirkan batu di jalan. Setiap manusia itu memiliki kemampuan, daya pikir dan kreatifitas yang berbeda-beda. Yang terpenting adalah, jiwa dan semangat pergerakan itu harus ada dalam tiap diri seorang mahasiswa. Oleh karena itu mahasiswa itu sendiri bisa langsung mengeluarkan aspirasi mereka mengenai kebijakan-kebijakan yang ada dalam pemerintahan, terutama kebijakan yang dianggap dapat merugikan rakyat. Disini peran mahasiswa dituntut untuk benar-benar peka terhadap lingkungan, apalagi yang mencakup permasalahan yang akan memberikan dampak bagi kelanjutan masa depan.


Semoga artikel ini dapat memberi manfaat bagi seluruh mahasiswa untuk lebih menjalankan peranannya sebagai tonggak pergerakan.